Senin, 12 Maret 2018
Sholat
Dalam kesempatan kali ini saya akan membagikan
sebuah artikel tentang sholat.
1. Pengertian Shalat
Sholat menurut
bahasa berarti do'a, sedang menurut istilah adalah suatu bentuk ibadah yang
terdiri dari perbuatan dan ucapan yang diawali dengan takbiratul ihram dan
diakhiri dengan salam.
Semua umat Islam pasti
saja sudah tahu definisi atau pengertian Shalat itu. Secara bahasa Shalat
mempunyai arti doa atau berdoa. Memang dalam setiap gerakan Shalat pasti ada
doanya.
Menurut istilah atau menurut
syariat Shalat adalah ibadah wajib umat Islam yang termasuk dalam rukun Islam
yang kedua diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Dalam
Islam, Ibadah Shalat dibedakan menjadi dua, yaitu shalat wajib atau Shalat
fardhu dan juga Shalat sunnah.
2. Sholat fardhu
Shalat fardhu berjumlah
5 waktu yaitu shubuh,dzuhur,ashar,maghrib,dan juga isya.
a. Sholat Subuh
Adalah sholat fardhu yang paling sedikit jumlah rakaat nya yaitu
hanya 2 rakaat.Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana
Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu.
b. Sholat dzuhur
Sholat Dzuhur adalah sholat yang berjumlah 4
rakaat dan di mulai dari waktu Matahari telah tergelincir condong ke arah Barat
dan Berakhir ketika sudah masuk waktu Shalat Ashar atau bisa disimpulkan secara
mudah bahwa Waktu Shalat Dzuhur ini bisa kita kerjakan disaat waktu menunjukan
pukul 12.00 siang & berakhir sekitar jam 03.00 siang (Sebelum Waktu Shalat
Isya).
c.sholat ashar
Shalat Ashar ini di
kerjakan setelah masuk Waktu Shalat
Ashar yaitu ketika panjang bayang-bayang suatu benda melebihi panjang benda itu
sendiri dan diakhiri dg terbenamnya Matahari,atau dilakukan ketika masuk jam 03.00 sore dan di tandakan dengan adanya Adzan Shalat Wajib
Ashar dan diakhiri saat tenggelamnya sang Matahari atau ketika masuk waktu
shalat maghrib.
d.sholat maghrib
sholat magrib di kerjakankan
pada waktu antara matahari mulai
tenggelam sampai masuk waktu shalat isya dan untuk jaman yg sudah modern
seperti sekarang ini pastinya disetiap desa, kota maupun daerah sudah banyak
orang yg adzan hingga bisa di tandai dengan Adzan Sholat Maghrib. Tetapi jika
kita berada di luar negeri maka kita bisa mengambil
kesimpulan jika sudah mulai tenggelamnya Matahari atau kurang lebih jam 6 Sore maka
itu sudah masuk waktu Sholat Maghrib.
e.sholat isya
Shalat Isya memiliki jumlah rakaat sebanyak 4
rakaat sama seperti sholat ashar dan dzuhur.sholat isya memiliki keutamaan,
bukan hanya akan mendapatkan pahala yg banyak, kesehatan jasmani dan ketenangan
hati saja seperti yang telah di sabdakan oleh Nabi Muhammad Saw yang artinya ”
Jika mereka mengetahui keutamaan yang ada pad aSholat Isya dan Shalat Subuh,
tentu saja mereka akan mendatanginya atau mengerjakannya sambil merakak (HR.
Bukhari, Ayat : 615) ”.
3. Hukum Shalat Fardhu
Hukum melaksanakan shalat lima waktu ini adalah wajib atau
fardu `ain, yaitu sesuatu yang diharuskan dan yang mengikat kepada setiap
individu seorang muslim yang telah dewasa, berakal sehat, balig (mukallaf).
Apabila salat wajib ini ditinggalkan. maka orang yang meninggalkannya mendapat
dosa dari Allah SWT.
4.Syarat Wajib Shalat
Agama Islam mewajibkan umatnya shalat lima waktu sebagai
sarana ibadah kepada Allah SWT. Untuk dapat melaksanakan sholat dengan baik dan
benar, tentunya ada aturan-aturan serta syarat-syarat yang harus dipenuhi
sebelum melaksanakan shalat.
Syarat wajib:
Islam : Adapun orang yang tidak Islam tidak wajib atasnya
sholat, berarti tidak dituntut di dunia karena meskipun dikerjakan juga tidak
sah.
Suci dari hadas dan najis : yang harus suci diantaranya mulai
dari Badannya, Pakaiannya hingga Tempatnya.
Baligh : Baligh atau telah cukup umur. Di Indonesia untuk
laki-laki biasanya antara usia 7 hingga 10 tahun. Sedangkan untuk perempuan
biasanya ditandai dengan dimulainya siklus mentruasi.
Berakal : Orang yang tidak berakal atau sedang dalam keadaan
tidak sadar (tidur) tidak wajib sholat.
Telah sampai dakwah Rasulullah SAW kepadanya
5. Syarat Sah sholat
a.Telah masuk waktu shalat
Shalat lima waktu baru sah apabila dilaksanakan pada waktu
yang telah ditentukan. Misalnya, shalat dhuhur harus dilaksakan pada waktu
dzuhur.
b. Suci dari hadats besar dan hadats kecil
Hadats besar adalah haid, nifas dan junub (keluar sperma).
Untuk mensucikannya harus dengan mandi junub atau jinabat.
Hadats kecil adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan keluar
selain sperma, seperti air kencing, kotoran (buang air besar) dan kentut. Cara
mensucikannya adalah dengan berwudhu.
c. Suci badannya, pakaian,dan tempat shalat dari najis kecil
ataupun besar
Perkara najis diantaranya darah, segala kotoran (tinja) hewan
atau manusia, bangkai (binatang yang mati tanpa disembelih secara syariah),
anjing dan babi. Cara mensucikannya adalah dengan air. Sedangkan menurut madzhab
syafi'i untuk mensucikan najis anjing dan babi harus disucikan dengan cara tujuh
kali siraman air dan salah satunya dicampur dengan debu.
Mengenai suci badan, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Bersucilah
kamu dari air seni, karena pada umumnya azab kubur disebabkan oleh karena itu.”
d. Menutup Aurat :
Aurat adalah anggota badan yang harus ditutupi.Aurat laki-laki
adalah antara pusar sampai lutut.Dan aurat perempuan adalah seluruh anggota
badan kecuali wajah dan telapak tangan.
e. Menghadap Kiblat
Para ulama telah sepakat bahwa orang yang mengerjakan shalat
itu wajib menghadap ke arah Masjidil Haram
6.Rukun shalat
a. Niat, artinya menyengaja dalam hati untuk melaksanakan
shalat.
b. Berdiri bagi yang mampu, yang tidak dapat berdiri boleh
dengan duduk, yang tidak dapat berdiri dan duduk boleh dengan berbaring.
c. Takbiratul ihram.
d. Membaca Surah Al
Fatihah.
e. Rukuk: membungkuk hingga punggung sejajar lurus dengan
leher dan kedua belah tangan mernegang lutut, tuma`ninah.
f. I’tidal: bangkit dari rukuk dan berdiri tegak lurus,
tuma`ninah.
g. Sujud dua kali: meletakkan kedua lutut. kedua tangan,
kening dan hidung pada lantai, tuma`ninah.
h. Duduk di antara dua sujud: bangun dari sujud yang pertama
untuk duduk sejenak, menanti sujud yang kedua.
i. Duduk akhir
(tawarruk) pada rakaat terakhir.
J. Membaca tasyahud akhir.
K. Membaca salawat Nabi.
L. Mengucapkan salam yang pertama (saat menoleh ke kanan).
M. Tertib (berurutan).
Selain sholat
fardhu terdapat juga sholat sunah di antara nya adalah sholat dhuha.
Shalat Dhuha adalah
shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk
waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik (
kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk
memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman :
Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan
empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku
cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).
Cara melaksanakannya :
Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat,
dilakukan secara Munfarid (tidak berjamaah), caranya sebagai berikut :
Niat shalat dhuha didalam hati berbarengan dengan Takbiratul
ihram :
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya :
“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala
Membaca doa Iftitah
Membaca surat al Fatihah
Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama
membaca surat Asy-Syam dan rakaat kedua surat Al Lail
Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
I’tidal dan membaca bacaannya
Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua
sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca
salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.
Manfaat dan makna sholat dhuha
Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha
Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan
untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng,
akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.”
(H.R Tirmidzi)
“Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat
dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)
“Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk
Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘)
berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
“Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT
berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat
rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu
pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat
shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan
melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali
kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di
lautan.” (HR Abu Daud)
Keutamaan dan Keistimewaan shalat Dhuha
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan
shalat Dhuha, di antaranya:
Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad
saw bersabda:
"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah,
setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan
alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah
sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah,
mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi
pahala" (HR Muslim).
Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia
berkata:
"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw
berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka
akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya
ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat
jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan
kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling
banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab;
"Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk
ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat
tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat
kembalinya." (Shahih al-Targhib: 666)
Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan
dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits
Nabi Muahammad saw:
"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan
empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge."
(Shahih al-Jami`: 634)
Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
"Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah
untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu
(ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: "Innallaa `azza wa
jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika
bihinna akhira yaumika" ("Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata:
"Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku
akan mencukupimu di sore harimu").
Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan
bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang
melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha,
maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib:
673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:
"Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia
(setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua
rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna,
sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).
Ampunan Dosa
"Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan
langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di
lautan." (HR Tirmidzi)
Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat
awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena
shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.
Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat
naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu
zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan
panas agak terik. Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini
adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar
bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk
setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih
adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah,
setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain
agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak
melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka
cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari
Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas
tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para
sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai
Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke
tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah
sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau
mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu
Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku,
yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan
mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”
Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah
bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah
muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk
tidak mengerjakannya.
Mungkin hanya itu
materi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat mohon maaf apabila banyak
kesalahan terimakasih.
wasalamualaikum wr.wb.